Blog

Uncategorized

Apa yang dimaksud dengan Manajemen Risiko Teknologi Informasi atau IT Risk Management ?

Untuk mencapai tujuan bisnis, seringkali perusahaan – perusahaan menggunakan teknologi informasi sebagai basis dalam menciptakan layanan yang berkualitas ataupun dalam optimalisasi proses bisnisnya. Namun, penerapan teknologi informasi memerlukan perencanaan yang strategis agar penerapannya dapat selaras dengan tujuan bisnisnya.

Jika penerapan TI tidak sesuai dengan arah bisnis perusahaan, maka hal inilah yang akan menimbulkan resiko. Resiko yang timbul akibat penerapan TI yang salah menyebabkan proses bisnis yang tidak optimal, kerugian financial, dll. Oleh karena itu diperlukan suatu pengukuran terhadap resiko penerapan TI bagi perusahaan. Penerapan ini berguna untuk mengetahui profil resiko IT, analisa terhadap resiko, kemudian melakukan respon terhadap resiko tersebut sehingga tidak terjadi dampak – dampak yang ditimbulkan oleh resiko tersebut.

Definisi

IT Risk Management (Manajemen Resiko Teknologi Informasi) adalah suatu proses identifikasi kerentanan dan ancaman terhadap sumber daya informasi yang digunakan oleh sebuah organisasi dan dilakukan oleh manajer IT untuk mencapai tujuan bisnis,mengurangi resiko, dan menyeimbangkan pengeluaran dalam mencapai keuntungan dan melindungi IT.

Ada dua hal didalam definisi ini yang mungkin membutuhkan penjelasan. Pertama, proses manajemen resiko yang merupakan proses berulang yang berlangsung. Ini adalah proses yang yang harus diulang tanpa batas, disebabkan lingkungan bisnis yang fleksibel atau terus berubah yang menyebabkan munculnya ancaman baru. Kedua, pilihan penanggulangan (kontrol)yang digunakan untuk mengelola resiko harus menjaga keseimbangan antara produktivitas, biaya, efektivitas penanggulangan, dan nilai aset informasi yang harus dilindungi.

Manajemen Resiko adalah Proses yang berlanjut

Ketika Perusahaan mengidentifikasi semua resiko yang mungkin terjadi yang dapat menghambat kesuksesan proyek, maka mereka harus memilih salah satu yang paling mungkin terjadi. Perusahaan harus membuat keputusan berdasarkan pengalaman mengenai kemungkinan terjadinya , data, insting dll.
Awal proyek ada banyak resiko kemudian seiring proyek. Manajemen resiko harus selesai pada awal siklus proyek secara terus-menerus.

Jika manajemen resiko diatur dengan baik, proses akan terus menerus identifikasi masalah dan resolusi, maka sistem akan mudah melengkapi sistem lain. Ini termasuk; organisasi, perencanaan dan penganggaran, dan kontrol biaya. Hal – hal yang tidak terduga akan berkurang karena penekanan akan menjadi manajemen yang proaktif dan bukan reaktif.

Sistem Manajemen Resiko IT

Manajemen Resiko dirancang untuk melakukan lebih dari sekedar mengidentifikasi resiko. Sistem juga harus mampu mengukur resiko dan memprediksi dampak dari resiko pada proyek. Hasilnya adalah resiko yang dapat diterima atau tidak dapat diterima. Persetujuan atau tidak dari suatu resiko biasanya tergantung pada tingkat toleransi manajer proyek untuk resiko.

Manajemen Resiko IT sebagai bagian dari Manajemen Resiko Perusahaan

Beberapa organisasi memiliki sebuah Manajemen Resiko Perusahaan (Enterprise Risk Management/ERM). Ada empat kategori, menurut Committee of Sponsoring Organization of Treadway Commission(COSO), yaitu:

  • Strategi
  • Operasi/pengerjaan
  • Laporan Pengeluaran
  • Pemenuhan/Penyesuian

Proses Managemen Resiko IT

  • Mengidentifikasi Resiko
    Perusahaan mengungkap, mengenali dan menggambarkan resiko yang mungkin mempengaruhi proyek.
  • Menganalisis Resiko
    Ketika resiko sudah di – identifikasi, perusahaan menentukan kemungkinan dan konsekuensi dari setiap resiko yang ada. Perusahaan lalu mengembangkan sebuah pemahaman tentang sifat resiko dan potensi untuk mempengaruhi tujuan dan sasaran proyek .
  • Mengevaluasi Resiko
    Perusahaan mengevalusi resiko dengan menentukan besarnya resiko, yang merupakan kombinasi dari kemungkinan dan konsekuensi. Lalu Perusahaan membuat keputusan apakah resiko itu diterima atau tidak.
  • Memantau dan Mempertimbangkan Resiko
    Ini adalah tahap dimana perusahaan memantau setiap resiko yang ada untuk menghindari resiko yang lebih besar.

Fungsi Manajemen Resiko IT

  1. Memberikan panduan untuk membantu para eksekutif dan manajemen mengajukan pertanyaan kunci, membuat lebih baik, keputusan risiko-disesuaikan lebih banyak informasi dan membimbing perusahaan mereka sehingga risiko dikelola secara efektif
  2. Membantu menghemat waktu, biaya dan tenaga dengan alat untuk mengatasi risiko bisnis
  3. Mengintegrasikan manajemen TI terkait risiko bisnis menjadi manajemen risiko perusahaan secara keseluruhan
  4. Membantu kepemimpinan memahami risiko perusahaan dan toleransi risiko
  5. Memberikan panduan praktis didorong oleh kebutuhan kepemimpinan perusahaan di seluruh dunia
 Referensi
  1. https://en.wikipedia.org/wiki/IT_risk_management#Risk_management_as_part_of_enterprise_risk_management 17
  2. https://www.wisconsin.edu/risk-management/manual/functions/ 6
  3. http://continuingprofessionaldevelopment.org/risk-management-steps-in-risk-management-process/ 4
  4. https://bia.ca/risk-management-the-what-why-and-how/ 2
  5. http://2012books.lardbucket.org/books/enterprise-and-individual-risk-management/s08-01-the-risk-management-function.html 4

Advertisements
Uncategorized

Kisah Inspiratif Bob Sadino Pengusaha Sukses Indonesia

images_bob_sadino.jpg

Terlahir di Lampung, 9 Maret 1939, mendiang pengusaha dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini termasuk salah satu pengusaha sukses yang sempat mengalami jatuh-bangun sebelum akhirnya menorehkan kesuksesan besar. Setelah sekitar sembilan tahun menjadi pegawai, Bob memutuskan untuk berhenti dan banting setir menjadi pengusaha.

Usaha pertama yang dirintisnya adalah bisnis penyewaan mobil, dengan hanya bermodalkan satu mobil Mercedes dan ia supiri sendiri. Namun karena musibah kecelakaan yang menimpanya saat mengemudikan mobil yang disewakannya itu, bisnis itupun berhenti di tengah jalan. Tidak putus semangat, ia kemudian beralih profesi sebagai buruh bangunan yang dibayar dengan upah harian.

Saat menjadi kuli tersebut, ia melihat adanya peluang bisnis yang lain, bisnis ternak ayam dan telur ayam negeri. Dengan modal pinjaman tetangganya, akhirnya Bob mulai menjalankan bisnis tersebut. Awalnya, Bob menawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah di wilayah sekitar tempat tinggalnya, terutama kepada para ekspatriat, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Bisnis telurnya tersebut akhirnya berbuah manis dan ia mengembangkan sayap dengan menjual daging dan sayuran hidoponik. Berkat keuletannya, bisnis tersebut sukses dan ia pun mendirikan Kem-Chicks, supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian. Meski sudah sukses, ia tetap tampil sederhana dan kerap kali melayani sendiri para pelanggannya seperti keluarganya sendiri.

https://narotama.ac.id

Uncategorized

Pentingnya Berorganisasi

Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang memiliki tujuan visi, misi yang sama. Kita sebagai mahasiswa harus aktif di organisasi karena kita bisa mendapatkan hardskill dan softskill. hardskill adalah penguasaan ketrampilan teknis dari hasil pembelajaran yang berhubungan dengan suatu bidang ilmu tertentu , sedangkan softskill adalah kemampuan seseorang dalam berhubungan atau interaksi dengan orang lain, berkerja sama dengan kelompok lain untuk meningkatkan mutu dalam bekerja.

business-teamwork-people-and-technology-concept-business-team-with-laptop-computer-papers-and-smartphone-meeting-in-office_4olffstohl__F0000.png

Bukan hanya di kampus kita harus menunjukan rasa sosial yang tinggi dimasyarakat. Itu semua bisa di wujudkan dengan cara ikut berorganisasi yang ada di kampus. Di kampus terdapat dua macam organisasi yaitu intra dan extra. Di intra kita menjumpai BEM, UKM, HMJ. Sedangkan di ekstra seperti PMII, IPNU, HMI, dan lain-lain.

Organisasi tidak bisa di pisahkan dengan mahasiswa, sejatinya dengan berorganisasi kita bisa menemukan jati diri kita sebagai kaum yang berintelektual tinggi. Kita juga mersakan pengalaman menjadi pemimpin di dalam sebuah organisasi sebelum terjun langsung di dalam masyarakat. Ilmu yang kita peroleh di sebuah organsasi atau di kampus bisa kita implementasikan dalam kehidupan yang sebenarnya setelah kita keluar dari kampus.

Manfaat dalam berorganisasi masih bisa kita gali dengan  berproses didalamnya. Perusahaan akan memperhitungkan setiap pelamar yang akan melamar, dengan mempunyai pengalaman dalam berorganisasi akan menambah nilai plus selain melihat dari segi nilai.

 

https://narotama.ac.id

Uncategorized

Apa Sih Perbedaanya UI & UX? Sharing Pengalaman Pribadi Tentang Pertama Kali Belajar UI/UX Design

User Experience

User Experience Design atau yang biasa disebut UX Design yaitu adalah:

Proses meningkatkan kepuasan pengguna (pengguna aplikasi, pengunjung website) dalam meningkatkan kegunaan dan kesenangan yang diberikan dalam interaksi antara pengguna dan produk.

ux-ui-1

Bahasa gampangnya, UX Design itu proses membuat sebuah website atau aplikasi yang kamu buat menjadi mudah untuk digunakan dan tidak membingungkan ketika digunakan oleh pengguna.

Dasar dari User Experience Design ini bisa kamu pelajari di situs uxapprentice.com (berbahasa inggris) atau di uniteux.com (situs blog berbahasa indonesia)

User Interface

User Interface Design atau yang bahasa Indonesianya itu Desain Antarmuka Pengguna adalah :

Desain antarmuka untuk mesin dan perangkat lunak, seperti komputer, peralatan rumah tangga, perangkat mobile, dan perangkat elektronik lainnya, dengan fokus pada memaksimalkan pengalaman pengguna.

ux-ui-2

Bahasa gampangnya yaitu UI Design adalah bagaimana suatu website atau aplikasi yang kamu buat terlihat seperti apa. Orang biasa menyebutnya sebagai tampilan atau desain sebuah website. Kamu bisa mendapatkan inspirasi desain dari  behance.comdribbble.com atau webdesignserved.com.

Perbedaan UX dan UI

Banyak orang yang salah kaprah bahwa UI sama UX itu adalah suatu hal yang sama. Pada faktanya UX dan UI itu berbeda, namun satu sama lain saling berhubungan.

Pada dasarnya, User Experience adalah tentang “memahami penggunamu”. Tujuan UX adalah mencari tahu siapa mereka, apa yang mereka capai dan apa cara terbaik bagi mereka untuk melakukan “sesuatu”.

UX berkonsentrasi pada bagaimana sebuah produk terasa dan apakah itu memecahkan masalah bagi pengguna.

Sedangkan User Interface adalah bagaimana suatu website atau aplikasi yang kamu buat terlihat dan berbentuk seperti apa. Hal tersebut mencakup Layout (tata letak), Visual Design (desain visual) dan Branding.

Untuk referensi, saya merekomendasikan buku Don’t Make Me Think untuk kamu baca.

https://narotama.ac.id

TIK

Dasar-Dasar TIK Pengertian Dasar-Dasar TIK

Sebelum kita mengetahui apa itu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu Dasar, Teknologi, Informasi, dan Komunikasi.
  1. Pengertian Dasar
    Pengertian dasar disini mengandung arti fondasi, landasan, yang merupakan elemen yang sangat penting untuk menjadi titik tolak atau acuan dalam mengenal lebih dalam apa itu TIK. Dasar disini harus dipupuk dengan bagus karena dasar disini yang akan menentukan kita untuk kedepannya, semakin baik dasar yang kita miliki maka kedepannya kita akan menjadi lebih baik. begitu juga sebaliknya.
  2. Pengertian Teknologi
    Secara harfiah kata “Teknologi” berasal dari bahasa Latin “Texere” yang berati menyusun atau membangun, sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, teknologi adalah cara menggunakan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah dengan mudah.
  3. Pengertian Informasi
    Informasi adalah sejumlah data yang telah diolah melalui pengolahan data dalam rangka menguji tingkat kebenarannya dan dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan data merupakan bahan mentahnya. Tiga hal penting yang harus diperhatikan dari informasi, yaitu : A. Berasal dari sumber terpercaya. 2. Informasi yang disampaikan dapat dibuktikan kebenarannya. 3. Bermanfaat bagi pendengarnya.
  4. Pengertian Komunikasi
    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan, materi pelajaran) dari suatu pihak ke pihak yang lain agar terjadi saling memengaruhi diantara keduanya.
  5. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
    Dari definisi yang ada mengenai teknologi informasi dan komunikasi dapat dilihat adanya keterkaitan erat antara teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), teknologi informasi lebih pada sistem pengolahan informasi sedangkan teknologi komunikasi untuk pengiriman  informasi.
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.

https://narotama.ac.id